R136a1, Bintang Terbesar Jagad Raya

R136a1, Bintang Terbesar Jagad Raya

Sekelompok astronom asal Inggris berhasil mendeteksi sebuah bintang yang paling besar yang pernah dilihat manusia. Bintang raksasa itu memiliki ukuran 30 kali lebih luas, 256 kali lebih berat, dan sepuluh juta kali lebih terang dari matahari. Dengan statistik ini, R136a1 merupakan bintang terbesar yang pernah ditemukan.

Penemuan ini diperoleh tim peneliti yang dipimpin oleh Paul Crowther, astronom asal University of Sheffield, Inggris, setelah menggabungkan data pengamatan baru yang ditangkap oleh Very Large Telescope di Chile dengann data yang sebelumnya yang dikumpulkan dari teleskop ruang angkasa Hubble untuk mempelajari wilayah-wilayah debu tebal dan gas di salah satu galaksi tetangga Bima Sakti kita.

Banyak bintang besar yang ditemukan dalam penelitian ini. Beberapa diantaranya memiliki suhu permukaan lebih dari 40.000 derajat (7 x lebih panas dari matahari). Yang terbesar adalah R136a1, berada di pusat sebuah gugus bintang di Tarantula Nebula, sekitar 22.000 tahun cahaya dari kita. Memiliki radius 30 kali luas matahari dan berat 256 x massa matahari. Selain lebih besar dibanding Matahari, R136a1, bintang yang berada di gugus dengan jarak 165 ribu tahun cahaya dari Bumi itu juga sama terangnya dengan 10 juta buah Matahari.

R136a1, Bintang Terbesar Jagad Raya

“Sebagai gambaran, perbandingan cahaya antara bintang ini dengan Matahari di tata surya kita adalah seperti membandingkan sinar Matahari dengan Bulan purnama,” kata Crowther. Diperkirakan, suhu di permukaan bintang itu mencapai sekitar 50 ribu derajat Celsius, hampir delapan kali lebih panas dibanding Maharari.

Bintang raksasa diperkirakan lebih besar di masa lalu. Berdasarkan data yang diperoleh, pada awal terbentuknya R136a1 diperkirakan memiliki berat 320 x massa matahari. Tidak seperti manusia, bintang lahir berat dan beratnya akan terus turun seiring dengan waktu. Penurunan massa ini karena proses "pembakaran" pada bintang. Karena besarnya "pembakaran" itu maka R136a1 bersinar 10 juta kali lebih terang dari matahari.

Penemuan ini membuat para ilmuwan memikirkan kembali beberapa pertanyaan penting tentang alam semesta. Sebagai contoh, sebelum ini, menggunakan model yang digunakan oleh peneliti, ukuran maksimal bintang adalah 150 x massa Matahari. Apapun yang berukuran di atas itu terlalu sulit untuk terbentuk menjadi bintang. Namun R136a1 jelas melampui batas itu.

Temuan ini juga memberikan gambarab tentang bagaimana alam semesta miliaran tahun yang lalu. Sebagian besar bintang-bintang pertama yang terbentuk setelah Big Bang diduga mirip R136a1.

"Gambar yang lebih besar untuk penelitian ini adalah kita makin yakin bahwa mungkin ada lebih banyak bintang-bintang besar dalam jumlah yang lebih besar pada awal alam semesta," kata Dr Crowther.

Suber: Star Magazine Blogspot – NEWS: Scientists find their biggest ever star

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Post Navigation